Jumat, 03 Desember 2010

j-rock persiapkan album

 J-Rocks akan segera menggebrak dunia musik Indonesia dengan peluncuran albumnya yang baru. Yang unik, mereka menyebut album ini sebagai album ke-3,5. Bagaimana persiapannya?
"Kita lagi persiapan album ke 3,5, persiapannya sudah 40 persen. di album ini ada 10 lagu rencananya," jelas band pelantun Jatuh Cinta ini ketika ditemui dalam acara CocaCola Soundburst di Palembang, Minggu (14/11).
Dalam album ini, J-Rocks mengangkat tema kemanusiaan seperti terpecah belahnya bangsa, bumi yang sudah tua, dan lainnya serta mengajak pendengarnya untuk turut menjaga bumi.
"Kita ingin membuka pikiran orang-orang walaupun kita beda-beda tapi sebenarnya kita sama," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, J-Rocks juga berusaha meluruskan tanggapan publik yang menganggap mereka beraliran musik Jepang. "Nah ini, saya sendiri bingung kenapa selalu tanya konsep Jepang? Saya selalu bilang bahwa esensi bermusik kita itu bebas, jadi ada konsep Jepang, Amerika, Indonesia, karena kita campuran," jelasnya.
Karena banyaknya inspirasi musik yang mereka dapatkan dari seluruh dunia, mereka pun menyatakan bahwa J-Rocks akan mengangkat konsep fussion di dalamnya.
Album yang rencananya akan dirilis tahun depan ini masih dalam proses penggarapan, termasuk persiapan peluncuran single andalan. Dalam proses penggarapan ini, J-Rocks masih setia bekerja berempat, walau tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan musisi lain.

makalah globalisasi


                                                          BAB I
                                       PENDAHULUAN
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias.
Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara

                                                            BAB II
                                         GLOBALISASI

A.   Pengertian Globalisasi
  
          Kata "globalisasi" diambil dari kataglobal, yang maknanya ialahuniversal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko- eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis,ekonomi dan budaya masyarakat.
          Dan Globalisasi juga merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol. Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuknya yang paling mutakhir. Negara- negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikanekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama.

B.       Konsep Globalisasi

Dibawah ini beberapa konsep globalisasi menurut para ahli adalah:

a. Malcom Waters                                                                                                                       Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
b. Emanuel Ritcher                                                                                                                  Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.
c. Thomas L. Friedman                                                                                                             Globlisasi memiliki dimensi ideology dan teknlogi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.
d. Princenton N. Lyman                                                                                                            Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.
e. Leonor Briones                                                                                                                          Demokrasi bukan hanya dalam bidang perniagaan dan ekonomi namun juga mencakup globalisasi institusi-institusi demokratis, pembangunan sosial, hak asasi manusia, dan pergerakan wanita

                                                                                                                     4
C. Proses Globalisasi  
     Perkembangan yang paling menonjol dalam era globalisasi adalah
globalisasi informasi, demikian juga dalam bidang sosial seperti gaya hidup.
          Serta hal ini dapat dipicu dari adanya penunjang arus informasi global melalui siaran televise baik langsung maupun tidak langsung, dapat menimbulkan rasa simpati masyarakat namun bisa juga menimbulkan kesenjangan sosial. 
          Terjadinya perubahan nilai-nilai sosial pada masyarakat, sehingga memunculkan kelompok spesialis diluar negeri dari pada dinegaranya sendiri, seperti meniru gaya punk, cara bergaul.
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya
fenomena globalisasi di dunia.

a. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu Perkembangan barang- barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
b. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
c. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidangfashion, literatur, dan makanan.
d. Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkunganhidup, krisis multinasional,inflasi regional dan lain-lain.Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telahmembawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwasebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama,
perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.


D.Tiori Globalisasi
                 Didalam globalisasi iniCochrane danPain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teroritis yang dapat dilihat, yaitu:
a.    Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut.
* Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan   menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab.

* Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
b. Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital.
c. Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih- lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung". Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan
E. Macam-macam Gerakan Globalisasi

a. Gerakan pro-globalisasi
          Pendukung globalisasi (sering juga disebut dengan pro-globalisasi) menganggap bahwa globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Mereka berpijak pada teori keunggulan komparatif yang dicetuskan oleh David Ricardo. Teori ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling bergantung dan dapat saling menguntungkan satu sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah ketergantungan dalam bidang ekonomi. Kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimilikinya                                                                                                                                                                                                                                                     6
 Misalnya,Jepang memiliki keunggulan komparatif pada produk kamera digital (mampu mencetak lebih efesien dan bermutu tinggi) sementaraIndonesia memiliki keunggulan komparatif pada produk kainnya. Dengan teori ini, Jepang dianjurkan untuk menghentikan produksi kainnya dan mengalihkan faktor-faktor produksinya untuk memaksimalkan produksi kamera digital, lalu menutupi kekurangan penawaran kain dengan membelinya dari Indonesia, begitu juga sebaliknya.

b. Gerakan Anti Globalisasi
          Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum digunakan untuk memaparkan sikap politis orang-orang dan kelompok yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga yang mengatur perdagangan antar negara seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). "Antiglobalisasi" dianggap oleh sebagian orang sebagai  gerakan sosial, sementara yang lainnya menganggapnya sebagai istilah  umum yang mencakup sejumlah gerakan sosial yang berbeda-beda. Apapun juga maksudnya, para peserta dipersatukan dalam perlawanan terhadap ekonomi dan sistem perdagangan global saat ini, yang menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan banyak lagi penyebab-penyebab lainnya.
F. Macam-Macam Globalisasi

1. Globalisasi Perekonomian
          Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
a. Globalisasi Produksi
b. Globalisasi pembiayaan
c. Globalisasi tenaga kerja
d. Globalisasi jaringan informasi
e. Globalisasi Perdagangan
Thompson mencatat bahwa kaum globalis mengklaim saat ini telah terjadi sebuah intensifikasi secara cepat dalam investasi dan perdagangan internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian nasional telah menjadi bagian dari perekonomian global yang ditengarai dengan adanya kekuatan pasar dunia. Dibawah ini ada beberapa kebijakan dan keburukan globalisasi ekonomi, diantaranya:
a. kebijakan globalisasi ekonomi
• Produksi global dapat ditingkatkan
• Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu Negara
• Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
• Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
• Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi

                                                                                                                     7
b. keburukan globalisasi ekonomi
• Menghambat pertumbuhan sektor industri
• Memperburuk neraca pembayaran
• Sektor keuangan semakin tidak stabil
• memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang

2. Globalisasi Kebudayaan
          Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari
kebudayaan.                                                                                                                                         Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat semenjak lama. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai tempat di dunia ini ( Lucian W. Pye, 1966 ).Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antarbangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antarbangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan.

a. Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan
• Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap   kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
• Berkembangnya turisme dan pariwisata.
• Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
• Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.
• Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia

G. Dampak Globalisasi                                                                                                            Globalisasi telah menimbulkan dampak yang begitu besar dalam dimensi kehidupan manusia, karena globalisasi merupakan proses internasionalisasi seluruh tatanan masyarakan modern.Sehingga terjadi dampak yang beragam terutama pada aspek sosial dampak positif nya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Sedangkan dampak negatifnya, banyaknya nilai dan budaya masyarakat yang mengalami perubahan dengan cara meniru atau menerapkannya secara selektif, salah satu contoh dengan hadirnya modernisasi disegala bidang kehidupan, terjadi perubahan ciri kehidupan masyarakat desa yang tadinya syarat dengan nilai-nilai gotong royong menjadi individual.

                                                                                                              8

 Selain itu juga timbulnya sifat ingin serba mudah dan gampang (instant) pada diri seseorang. Pada sebagian masyarakat, juga sudah banyak yang mengikuti nilai-nilai budaya luar yang dapat terjadi dehumanisasi yaitu derajat manusia nantinya tidak dihargai karena lebih banyak menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.

                                                BAB III
                                          KESIMPULAN
1. Globalisasi merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol.
2. Bahwa proses terjadinya globalisasi dalam aspek sosial terjadi dengan cara melalui media televise baik secara langsung maupun tidak langsung, serta melalui interaksi yang terjadi dimasyarakat.
3. Bahwa dampak yang ditimbulkan era globalisasi pada aspek sosial yaitu terjadi perubahan ciri kehidupan masyarakat desa yang tadinya syarat dengan nilai-nilai gotong royong menjadi individual, serta sifat ingin selalu instant pada diri seseorang.
4. Bahwa penanggulangan pada dampak era globalisasi pada aspek sosial diantaranya diadakannya pembangunan kualitas manusia, pemberian life skill, memberikan sikap hidup yang global dan menumbuhkan wawasan, identitas rasional serta menciptakan pemerintahan yang transparan dan demokratis.






















DAFTAR ISI     

Kata pengantar……………………………………………………    1
Daftar isi……………………………………………………………..     2
Bab I pendahuluan………………………………………………     3
Bab II globalisasi…………………………………………………     4
          A. pengertian globalisasi……………………………..      4
          B. konsep globalisasi…………………………………..     4
          C. proses globalisasi…………………………………….    5
          D. teori globalisasi……………………………………….     6
          E. macam-macam gerakan globalisasi………….      6
          F. macam-macam globalisasi……………………….     7
          G.dampak globalisasi……………………………….    8
Bab III kesimpulan………………………………………        9
















                                                                                                                    2

                    KATA PENGANTAR
Jika di masa lampau, “literasi (kemelekhurufan)” dalam arti kemampuan seseorang/masyarakat membaca, merupakan salah satu indikasi kemajuan masyarakat, “ukuran” tersebut kini dianggap tak lagi memadai. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan kecenderungan globalisasi mendorong beragam perubahan yang serba cepat. Kemampuan teknologi dinilai makin penting bagi kemajuan masyarakat, dan “literasi teknologi” (technology literacy) kini dianggap sebagai salah satu indikator dasarnya. Karena itu, mengetahui kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan kemajuan teknologi merupakan hal penting, antara lain sebagai bahan masukan bagi upaya/langkah perbaikan di masa datang.
Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi/TIK
(information and communication technology/ICT) atau sering pula
disebut “telematika” merupakan salah satu di antara yang fenomenal. Bidang ini bahkan diyakini sebagai salah satu teknologi kunci bagi gelombang kelima perubahan ekonomi saat ini. Mengingat pentingnya hal ini, BPPT - melalui Pusat Pengkajian
Kebijakan Teknologi Pengembangan Unggulan Daerah dan
Peningkatan Kapasitas Masyarakat (P2KT PUDPKM)yang
merupakan salah satu pusat di Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan
Teknologi (DB PKT) – bermitra dengan beberapa lembaga di daerah
melakukan survei literasi komputer di enam lokasisampling, dan
menyelenggarakan serangkaian diskusi terbatas.
Survei Literasi Komputer 2001 dimaksudkan untuk menelaah “literasi” atau pemahaman/kemampuan seseorang (masyarakat) mengenai komputer, sebagai penggunanya. Isi utama dari buku ini adalah pembahasan tentang pendekatan dan analisis hasil survei disajikan pada Bagian A. Sedangkan pembahasan tentang isu terkait, terutama menyangkut topik kebijakan disampaikan pada Bagian B. Ringkasan beberapa hasil utama survei dan beberapa materi tertentu yang terkait disajikan pada Bagian Lampiran Buku ini.
Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu/berkontribusi baik dalam survei, diskusi, dan terbitnya buku ini. Secara khusus ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Kawi Boedisetio, Budi Rahardjo, dan Onno W. Purbo, yang banyak menyediakan bahan-bahan, serta memberikan masukan dan kritikan. Apresiasi dan terimakasih juga kami sampaikan kepada rekan-rekan yang telah sangat membantu terlaksananya survei dan diskusi, terutama: Yayasan Sahabat Alam di Lampung Utara, Yayasan Tengko Sitoru di Bone, Bara Agni Design di Mataram, Data Processing Centre di Jakarta Pusat, Lembaga Bitra di Medan, dan Yayasan Mitra Tani Mandiri di Timor Tengah Utara.
Walaupun berbagai pihak, secara individu maupun kelembagaan, terlibat dalam survei dan/atau diskusi yang dilakukan, pendapat, pemikiran/gagasan, dan/atau analisis yang disajikan dalam buku ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab masing- masing penulis dan tidak secara otomatis merupakan sikap atau pendapat resmi lembaga manapun.
                                                                                                                                                1
GLOBALISASI


                 




tokoh-tokoh matematika

perelman

Grisha Perelman, adalah seorang matematikawan Rusia berdarah Yahudi, [1][2] yang membuat kontribusi terkenal kepada Geometri Riemannian dan topologi geometri. Khususnya, dia tampaknya telah membuktikan geometrisasi konjektur Thurston. Bila demikian, ini juga menyelesaikan konjektur Poincaré yang terkenal, yang dikeluarkan pada 1904 dan dianggap sebagai masalah terbuka yang penting dan sulit dalam matematika.
Pada Agustus 2006, Perelman dianugrahkan Fields Medal,[3] yang dianggap luas sebagai penghargaan tertinggi yang dapat diterima bagi matematikawan. Namun dia menolak menerima penghargaan tersebut dan juga menolak hadir pada kongres tersebut



0.000000 0.000000

Eratosthenes

Eratosthenes dilahirkan di Cyrene (Libya saat ini), tetapi bekerja dan meninggal di Alexandria. Dia tidak pernah menikah dan dikenal sebagai seorang yang sombong.
Eratosthenes belajar di Alexandria dan untuk beberapa tahun di Athena. Pada 236 SM ia ditunjuk oleh Ptolemy III Euergetes I sebagai pustakawan Perpustakaan Alexandria, menggantikan pustakawan pertama, Zenodotos. Dia membuat beberapa sumbangan penting pada matematikasains, dan merupakan teman baik Archimedes. Sekitar 255 SM ia menciptakan bola armilar, yang digunakan secara luas hingga diciptakannya oreri pada abad 18. Pada 195 SM ia menjadi buta dan setahun kemudian diduga membiarkan dirinya kelaparan hingga meninggal dunia. dan
Ia dicatat oleh Cleomedes dalam On the Circular Motions of the Celestial Bodies sebagai orang yang telah menghitung keliling Bumi pada sekitar tahun 240 SM, menggunakan metode trigonometri dan pengetahuan mengenai sudut kemiringan Matahari saat tengah hari di Alexandria dan Syene (sekarang Aswan, Mesir).
  • karya nya dalam matematika adalah cara menentukan bilangan prima  yg di kenal dengan nama saringan eratosthenes yg seperti ini
  • karya lain nya
  1. Kemungkinan, pengukuran jarak Matahari-Bumi, sekarang disebut sebagai satuan astronomi dan jarak Bulan.
  2. Pengukuran inklinasi bidang ekliptika hingga mencapai ketelitian 7 menit busur.
  3. Katalog bintang memuat 675 bintang (namun tidak terlestarikan).
  4. Peta rute pelayaran di Sungai Nil hingga sejauh Khartoum.
  5. Peta dunia yang diketahui saat itu, dari Kepulauan Britania hingga Srilangka, dan dari Laut KaspiaEthiopia. Hanya Hipparchus, Strabo, dan Ptolemy yang dapat membuat peta yang lebih akurat pada masa klasik dan post-klasik. hingga
  6. Sejumlah karya dalam teater dan etika.
  7. Sebuah kalender dengan tahun kabisat, dimana dia berusaha menentukan sejumlah tanggal pasti dan hubungan dari berbagai macam event politik dan literatur pada masanya hingga ke masa Perang Troya.

0.000000 0.000000

euklides

euklides adalah matematikawan dari alexandria
euklides hidup pada abad ke 4 SM
dialah yg mengemukakan bahwa
  1. titik adalah 1 dimensi
  2. garis adalah 1 dimensi yaitu garis itu sendir
  3. persegi dan bangun datar lainnya adalah 2 dimensi yaitu panjang dan lebar
  4. bangun ruang adalah 3 dimensi yaitu panjang lebar tinggi
selain itu beliau juga menggungkapkan bahwa tdk ada bangun geometri 4 dimensi
  • riwayat hidupnya (sumber wikipedia) :
Euclid dari Alexandria, adalah seorang matematikawan Yunani dan sering disebut sebagai “Bapak Geometri.” Ia aktif dalam Helenistik Iskandariyah pada masa pemerintahan Ptolemeus I (323-283 SM). Elemen-Nya adalah buku yang paling berhasil dan salah satu karya paling berpengaruh dalam sejarah matematika, melayani sebagai buku teks utama untuk mengajar matematika (terutama geometri) dari waktu dari publikasi sampai akhir abad 19 atau awal abad ke-20. [1] [2] [3] Di dalamnya, prinsip-prinsip apa yang sekarang disebut Euclidean geometri yang dideduksi dari seperangkat aksioma. Euclid juga menulis karya-karya pada perspektif, kerucut, bola geometri, teori bilangan dan kekakuan.
“Euclid” adalah versi keinggeris-inggerisan nama Yunani Εκλείδης – Eukleídēs, yang berarti “Bagus Glory”.
0.000000 0.000000

 

rene descartes (1596 – 1650)

rene descartes merupakan matematikawan dan seorang filsuf
riwat hidup nya :
lahir di La Haye, Perancis, 31 Maret 1596 – meninggal di Stockholm, Swedia, 11 Februari 1650 pada umur 53 tahun), juga dikenal sebagai Renatus Cartesius dalam literatur berbahasa Latin, merupakan seorang filsuf dan matematikawan Perancis.
dalam matematika descartes  mengemukakan
  • bilangan negatif
  • sistem koordinat kartesius
selain itu dia juga yg pertama kali menggunakan huruf abjad untuk mengganti bilangan bilangan
Karyanya yang terpenting ialah
  • Discours de la méthode (1637) dan 
  • Meditationes de prima Philosophia (1641).
kata bijak nya : i think therefore am i (aku berfikir maka aku ada)
descartes kadang di panggil “bapak matematika modern”  dan “penemu filsuf moden”
0.000000 0.000000

john napier (1550 – 1617)

napierriwayat hidupnya :
john napier adalah seorang ahli matematika Skotlandia, fisikawan, astronom / astrolog dan ke-8 Laird dari Merchistoun, putra dari Sir Archibald Napier dari Merchiston. Ia paling dikenang sebagai penemu logaritma dan Napier’s tulang, dan untuk mempopulerkan penggunaan titik desimal. Tempat kelahiran Napier, Merchiston Tower, Edinburgh, Skotlandia, sekarang bagian dari Napier Edinburgh University. Setelah mati gout, Napier dimakamkan di St Cuthbert’s Church, Edinburgh.
pada tahun 1616 john napier menemukan bilangan desimal
contoh 6,5 di baca enam koma lima john napier juga menemukan logaritma
contoh 23=8 sama dengan 2log 8=3
0.000000 0.000000

robert recorde (1510 – 1558)

7 November 2009 pukul 12:34 | Ditulis dalam tokoh tokoh matematika | Tinggalkan sebuah Komentar
Recordepada tahun 1557 recorde menemukan lamban ” = ” atau sama dengan
lambang itu di kemukakannya pada buku “the whetstone witte”
Tapi simbol tidak menangkap langsung. Beberapa orang lebih suka simbol
‘ ||,’
sementara yang lain menggunakan singkatan ae atau oe (untuk aequalis Latin atau “sama”) ke tahun 1700-an.

 

 

Harriotthomas harriot (1560 – 1621)

Thomas Harriot (c. 1560 – 2 Juli 1621) adalah seorang astronom Inggris, matematikawan, ahli etnografi, dan penerjemah. Beberapa sumber memberikan nama sebagai Harriott atau Hariot atau Heriot. Dia kadang-kadang dikreditkan dengan pengenalan kentang untuk Britania Raya dan Irlandia. [1] Harriot adalah orang pertama yang membuat gambar Bulan melalui teleskop, pada 26 Juli 1609, lebih dari empat bulan sebelum Galileo
Setelah lulus dari Oxford University, Harriot bepergian ke Amerika pada sebuah ekspedisi yang didanai oleh Raleigh, dan sekembalinya ia bekerja untuk ke-9 Earl of Northumberland. Di rumah Earl, ia menjadi ahli matematika dan astronom produktif kepada siapa teori pembiasan tersebut diberikan.
harriot menemukan lambang
(>) yg artinya lebih dari
(<) yg berarti kurang dari
contoh :
10>2
5<7



0.000000 0.000000

gottfried liebniz (1646 – 1716)

leibnizliebniz khawatir lamban untuk perkalian yg di kemukakan oughtred sulit di bedakan dengan huruf x
beliau menciptakan lambang (n)” untuk perkalian
contohnya 2(3+4) = 2×3 + 2×4 = 6 + 8 = 14
liebniz juga mengemukakan lambang (.)
contohnya 3.5 = 15





william oughtred (1574 – 1660)

william oughtred adalah ilmuan inggris
Oughtredoughtred lah yg menemukan lambang ” X ” untuk perkaliaan
dan lambang ” :  ” untuk perbandingan

oughtred mengenalkan lambang ” X ” dalam bukunya yg berjudul “clavis mathematicae”